W.E.L.C.O.M.E. to ..

W.E.L.C.O.M.E. to ..
mY bloG

Sabtu, 29 Mei 2010

Membidik Organisasi Bisnis Dengan SWOT

“Berikut ini adalah cerita dan bisa jadi adalah catatan “junk” atas hasil dialog dengan salah seorang staf pengajar senior Universitas Airlangga, Prof Dr. Budiman Cristiananta, MA” Pada tanggal 09 Januari 2010 di Kandea, Makassar. Jika ada kawan-kawan yang teah berpengalaman dan membaca catatan ini, mungkin akan tersenyum kecut (semoga tidak), karena harapan saya, dapat dibaca juga bagi yang pemula (utamanya bagi penggiat LSM) tentang apa itu analisa SWOT.
****
Empat tahun lalu saat bekerja pada salah satu program penguatan petani kakao di Kabupaten Luwu dan Luwu Utara yang disponsori oleh USAid, saya memperoleh banyak pelajaran komparatif, mulai dari beragam kisah suka cita para anggota kelompok petani kakao, hingga dinamika pengorganisasian petani kakao yang didasarkan pada analisis sumberdaya dan perangkat manajemen yang mesti dipenuhi oleh mereka.
Dari sana saya memperoleh gambaran bahwa ketakmampuan mereka (dan juga kurangnya penguasaan saya pada analisis SWOT) bertahan hingga program selesai (atau hanya beberapa tahun sejak program selesai) adalah karena motivasi beroganisasi yang masih belum kuat serta iming-iming bantuan melalui program yang masih ada dalam pikiran mereka. Lebih jauh, banyak kelompok petani kakao yang ternyata tidak mampu beradaptasi pada perubahan-perubahan eksternal dari mereka. Semisal, posisi mereka atas “godaan” bantuan dari pemerintah yang ternyata melemahkan daya tawar mereka, tekanan perubahan harga berat kering kakao yang banyak dipermainkan oleh pembeli dari Makassar (cocoa buyers) dengan dalih yang sulit diterima akal sehat petani.
Juga, tren perubahan kebijakan ekspor kakao yang luput dari mereka seperti kemungkinan dikenakan larangan “automatic detention” atau larangan masuk kakao Indonesia ke Amerika jika tidak memenuhi standar tertentu.
Banyak hal yang masih menjadi tanda tanya para kelompok petani itu, para penggiat LSM utamanya saya, terkait bagaimana seharusnya organisasi petani kakao (baik kelompok tani maupun forum kelompok petani kakao) memandang potensi eksternal dan internal untuk dapat bertahan (survive) di tengah berbagai kemungkinan perubahan lingkungan dalam organisasi maupun di luar organisasi.
Menurut Prof Budiman, “organisasi bisnis apapun bahkan termasuk organisasi masyarakat berbasis komoditi dapat dianalisis untuk mencari posisi dan titik kelebihan dan kekurangan mereka untuk mencapai tujuan yang dikehendaki bersama”. “Topik kali ini adalah bagaimana membangun keuntungan kompetitif yang berkelanjutan serta pengantar tentang implementasi strategik berdasarkan alur bangun organisasi”. Katanya. Kita akan melihat alur dan mengamati di tahapan mana analisa SWOT dilaksanakan.
Analisis SWOT adalah akronim dari kata Strength, Weakness, Opportunity and Threats. Bagi saya, topik ini bukan hal baru karena mengingatkan saya saat mulai menelaah kondisi organisasi di masyarakat kaitannya dengan strategi (atas sumberdaya dan manajemen) dan pelaksanaan kegiatan berbasis masyarakat. Mari kita simak penjelasan Prof Budi:
“Proses dalam manajemen strategik, meliputi pengenalan apa yang disebut dengan SWOT (mencakup factor eksternal, dan faktor internal), kemudian penentuan strategi alternatif hingga pemilihan strategi yang terkait dengan berbagai faktor pendukung, implementasi hingga capaian tujuan. Pada tahapan implementasi kegiatan monitoring atau evaluasi merupakan hal pokok karena terkait dengan penyediaan informasi feedback untuk strategi lanjutan dan kemungkinan feed forward information”.
Ihwal Opportunity dan Threat adalah merupakan gambaran faktor eksternal. Sedangkan, faktor internal meliputi kekuatan dan kelemahan (Strength dan Weakness). Faktor-faktor eksternal meliputi sosial budaya, ekonomi, politik dan teknologi. Faktor internal meliputi aspek seperti pesaing, pelanggan, kreditur, debitur, pemerintah, pemasok, serikat buruh, asosiasi usaha, pesero, lembaga kemasyarakatan, media massa dan lain-lain.
“Sampai di sini saya lalu menerawang, ke lima tahun lalu, saat mengamati beberapa kelompok petani kakao di Luwu yang mencoba membangun usaha join marketing kakao (mengumpulkan kakao untuk dijual bersama ke Makassar), bagaimana mereka berhubungan dengan kreditor, para supplier pupuk, para kolektor (pengepul) dan berbagai institusi yang coba mendekati mereka” Banyak dari kelompok yang tidak bisa memahami keterkaitan fungsional di antara mereka dan nyaris menjerumuskan mereka pada ketergantungan yang a-mutualisme. Banyak hal rupanya yang mesti dipenuhi oleh setiap organisasi sebelum mereka merumuskan bentuk pelaksanaan kegiatannya.
“Organisasi-organisasi yang dibentuk itu mesti dibayangkan dulu seperti apa tujuan yang hendak dicapai (semacam visi misinya) lalu mulailah memetakan situasi internal dan eksternal yang terkait dengan organisasi Anda” Kata Prof Budi. Ini penting bagi LSM dan kelompok-kelompok usaha itu. “Tentu apa yang dimaksudkan Prof Budi adalah organisasi yang asal bentuk tentu tidak akan bertahan lama. Kelompok-kelompok petani kakao itu haruslah dibangun oleh kesadaran kolektif anggotanya. Bukan oleh pihak luar”.
Ditambahkan oleh Prof Budi, yang perlu dipertimbangkan pula adalah kaitannya dengan issu ekologi. Organisasi-organisasi itu harus menjamin bahwa produk mereka tidak menggunakan pestisida yang berlebihan atau mesti ramah dengan lingkungan.
Saat ini issu ekologi telah memengaruhi kebijakan perusahaan, itulah mengapa ada program “corporate social responsibility” sebagai jawaban atas pengunaan sumberdaya alam oleh beberapa perusahaan terhadap warga di sekitarnya. Pada perkembangan perusahaan kontemporer faktor ekologi atau ekosistem kini masuk menjadi faktor penting karena sejauh ini, aspek menyangkut keseimbangan ekologi dan kaitannya dengan keberlanjutan perusahaan menjadi begitu relevan.
Dia lalu memberi contoh betapa perubahan temperatur telah terjadi di hampir beberapa daerah. Sebagai missal, Daerah Batu, Malang ada kecenderungan udara pagi tak sedingin lagi beberapa waktu silam, Di Surabaya, suhu 35 derajat dianggap merupakan hal yang tak lazim karena selama ini, suhu maksimum di sana adalah 34. Bahkan di Italila, dulu saat musim semi atau summer, hotel-hotel tak perlu menggunakan pendingin kamar (AC) tapi kini sudah mesti berAC karena cuaca sudah berubah.
“Yang perlu digaris bawahi adalah perubahan-perubahan faktor eksternal dapat menimbulkan opportunity ataupun threats bagi perusahaan atau organisasi nirlaba” Demikian Prof Budiman menjelaskan kaitan perubahan faktor eksternal terhadap perusahaan. Perusahaan, organisasi bisnis dan nirlaba dapat memutuskan beberapa strategi dari keadaan yang ditemui terkait kedua faktor itu. Tentu saja melalui analisis dan berbagai kalkulasi plus minus dari masing-masing faktor ke perusahaan atau lembaga pengelola kegiatan atau proyek.
Dicontohkan, pada aspek sosial budaya, perubahan selera masyarakat bisa berdampak kerugian bagi pihak perusahaan. Pelanggan mungkin mencari produk lain yang lebih mahal saat kondisi keuangannya meningkat. Warung atau kios yang selama ini menjadi langganannya tentu ditinggalkan saat mereka mulai menemukan kepuasaan baru dari tempat lain.
Demikian pula tentang peran pemerintah, tengoklah misalnya, pemerintah mengubah tingkat suku bunga atau katakanlah, pemerintah memberi subsidi (seperti pupuk, alat perkebunan, dll) atau menerapkan “tight money policy”. Semuanya berdampak pada perusahaan atau pelaku usaha. Demikian pula tren perubahan oleh aspek teknologi yang semakin drastis dari masa ke masa. Hal-hal tersebut di atas merupakan contoh, betapa pentingnya mengetahui faktor-faktor berpengaruh yang sedang dihadapi oleh organisasi sebelum menentukan strategi yang akan ditempuh.
Jika hal-hal tersebut di atas telah dipahami oleh manajer atau pengurus kelompok usaha, maka grand strategi dapat diputuskan dengan memilah berdasarkan bobot (plus bagi yang berdampak positif bagi perusahaan atau yang berdampak negative)
Pada tingkatan yang lebih tinggi seperti organisasi yang lebih kompleks (dengan orientasi bisnis yang berskala luas) mereka dapat mengkaji faktor-faktor eksternal maupun internal bahkan memberinya skor dan memutuskan akumulasinya sebagai gambaran tindakan yang akan ditempuh atas sumberdaya, budaya dan struktur organisasi. Kita dapat memilih keputusan strategik seperti, ekspansif (grow and build), atau turn around jika terasa stabil, defensive (retrenchment) atau kombinasi diversifikasi (diversifikasi berhubungan / concentric atau tidak berhubungan/conglomerate).

Sumber : http://www.denun.net/?p=82

Minggu, 16 Mei 2010

UANG DAN BANK

1. Uang
Adalah alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tuar itu dapt berupa benda apa saja yang dapat diterima oleh setiap orang dimasyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa.
Keberadaan uang menyediakan alternative transaksi yang lebih mudah daripada barter yang lebih kompleks, tidak efisien, dan kurang cocok digunakan dalm system ekonomi modern karena membutuhkan orang yang memiliki keinginan yang sama untuk melakukan pertukaran dan juga kesulitan dalam penentuan nilai. Efisiensi yang didapatkan dengan menggunakkan uang pada akhirnya akn mendorong perdagangan dan pembagian tenaga kerja yang kemudian akan meningkatkan produktifitas dan kemakmuran.
Fungsi uang :
 Sebagai Alat Tukar (Medium Of Exchange)
 Alat Penyimpanan Nilai (Store Of Value)
 Satuan Unit Hitung (Unit Of Account)
2. BANK
Secara umum bank adalah suatu badan usaha yang memiliki wewenang dan fungsi untuk untuk menghimpun dana masyarakat umum untuk disalurkan kepada yang memerlukan dana tersebut. Berikut di bawah ini adalah macam-macam dan jenis-jenis bank yang ada di Indonesia beserta arti definisi / pengertian masing-masing bank.
Jenis-Jenis Bank :
1. Bank Sentral
Bank sentral adalah bank yang didirikan berdasarkan Undang-undang nomor 13 tahun 1968 yang memiliki tugas untuk mengatur peredaran uang, mengatur pengerahan dana-dana, mengatur perbankan, mengatur perkreditan, menjaga stabilitas mata uang, mengajukan pencetakan / penambahan mata uang rupiah dan lain sebagainya. Bank sentral hanya ada satu sebagai pusat dari seluruh bank yang ada di Indonesia.
2. Bank Umum
Bank umum adalah lembaga keuangan uang menawarkan berbagai layanan produk dan jasa kepada masyarakat dengan fungsi seperti menghimpun dana secara langsung dari masyarakat dalam berbagai bentuk, memberi kredit pinjaman kepada masyarakat yang membutuhkan, jual beli valuta asing / valas, menjual jasa asuransi, jasa giro, jasa cek, menerima penitipan barang berharga, dan lain sebagainya.
Motif Memegang Uang
Manusia memiliki alasan masing-masing dalam memegang uang / duit dalam kehidupan sehari-hari sehingga mereka mau memiliki dan menyimpan uang di rumah, di bank, di dompet, di celengan, dan lain sebagainya.
1. Untuk kebutuhan Transaksi
Dalam menjalani hidup, manusia membutuhkan uang untuk melakukan kegiatan transaksi jual beli baik barang maupun jasa. Transaksi akan mengalami peningkatan jika pendapatan seseorang naik. Karakter dari motivasi ini adalah berhubungan positif dengan pendapatan dan berhubungan negatif dengan perkiraan inflasi serta uang menjadi alat tukar. Contoh : memiliki uang untuk membeli barang kebutuhan sehari-hari di mini market.
2. Untuk Berjaga-Jaga
Jika suatu waktu terjadi sesuatu yang tidak diduga yang bersifat darurat maka uang yang dimiliki dapat dipergunakan. Karakter dari motivasi ini adalah berhubungan positif dengan pendapatan dan berhubungan negatif dengan perkiraan inflasi serta uang menjadi alat tukar dan penyimpan nilai. Contoh : Jika anak tiba-tiba sakit maka uang yang ada di bawah kasur diambil untuk membiayai pengobatan anak.
3. Untuk Mendapatkan Keuntungan / Berinvestasi
Seseorang atau badan usaha dapat mempergunakan uang yang dimilikinya dengan menginvestasikan pada usaha-usaha tertentu demi mendapatkan keuntungan dari investasi tersebut sebesar-besarnya. Karakter dari motivasi ini adalah berhubungan negatif dengan tingkat bunga dan berhubungan negatif dengan perkiraan inflasi serta uang menjadi aset dan penyimpan nilai. Contoh : Memebeli deposito perusahaan terkenal dengan harapan bisa mendapatkan keuntungan besar dari uang yang ditanamnya.
Kebijaksanaan Moneter
Kebijaksanaan moneter adalah proses mengatur persediaan uang sebuah negara untuk mencapai tujuan tertentu; seperti menahan inflasi, mencapai pekerja penuh atau lebih sejahtera. Kebijakan moneter dapat melibatkan mengeset standar bunga pinjaman, "margin requirement", kapitalisasi untuk bank atau bahkan bertindak sebagai peminjam usaha terakhir atau melalui persetujuan melalui negosiasi dengan pemerintah lain.
Kebijakan moneter adalah upaya untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kestabilan harga. Untuk mencapai tujuan tersebut Bank Sentral atau Otoritas Moneter berusaha mengatur keseimbangan antara persediaan uang dengan persediaan barang agar inflasi dapat terkendali, tercapai kesempatan kerja penuh dan kelancaran dalam pasokan/distribusi barang. Kebijakan moneter dilakukan antara lain dengan salah satu namun tidak terbatas pada instrumen sebagai berikut yaitu suku bunga, giro wajib minimum, intervensi dipasar valuta asing dan sebagai tempat terakhir bagi bank-bank untuk meminjam uang apabila mengalami kesulitan likuiditas.

PENDAPATAN NASIONAL

PENGERTIAN
Pendapatan nasional adalah merupakan jumlah seluruh pendapatan yang diterima oleh masyarakat dalam suatu negara selama satu tahun.

KONSEP PENDAPATAN NASIONAL
1. PDB/GDP (Produk Domestik Bruto)
Produk Domestik Bruto adalah jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu Negara selama satu tahun. Dalam perhitungannya, termasuk juga hasil produksi dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi diwilayah yang bersangkutan
2. PNB/GNP (Produk Nasional Bruto)
PNB adalah seluruh nilai produk barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu Negara dalam periode tertentu, biasanya satu tahun, termasuk didalamnya barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat Negara tersebut yang berada di luar negeri.
Rumus : GNP = GDP – Produk netto terhadap luar negeri
3. NNP (Net National Product)
NNP adalah jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat dalam periode tertentu, setelah dikurangi penyusutan (depresiasi) dan barang pengganti modal.
Rumus : NNP = GNP – Penyusutan
4. NNI (Net National Income)
NNI adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima oleh masyarakat setelah dikurangi pajak tidak langsung (indirect tax)
Rumus : NNI = NNP – Pajak tidak langsung
5. PI (Personal Income)
PI adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima masyarakat yang benar-benar sampai ke tangan masyarakat setelah dikurangi oleh laba ditahan, iuran asuransi, iuran jaminan social, pajak perseorangan dan ditambah dengan transfer payment. Rumus : PI = (NNI + transfer payment) – (Laba ditahan + Iuran asuransi + Iuran jaminan social + Pajak perseorangan )
6. DI (Disposible Income)
DI adalah pendapatan yang diterima masyarakat yang sudah siap dibelanjakan oleh penerimanya.
Rumus : DI = PI – Pajak langsung

PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL
1. Tujuan dan manfaat perhitungan pendapatan nasional
Tujuan mempelajari pendapatan nasional :
a. Untuk mengetahui tingkat kemakmuran suatu Negara
b. Untuk memperoleh taksiran yang akurat nilai barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat dalam satu tahun
c. Untuk membantu membuat rencana pelaksanaan program pembangunan yang berjangka.
2. Manfaat mempelajari pendapatan nasional
a. Mengetahui tentang struktur perekonomian suatu Negara
b. Dapat membandingkan keadaan perekonomian dari waktu ke waktu antar daerah atau antar propinsi
c. Dapat membandingkan keadaan perekonomian antarNegara
d. Dapat membantu merumuskan kebijakan pemerintah.
3. Perhitungan PendapatanNasional
a. Metode Produksi
Pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh sector ekonomi masyarakat dalam periode tertentu Y = [(Q1 X P1) + (Q2 X P2) + (Qn X Pn) ……]
b. Metode Pendapatan
Pendapatan nasional merupakan hasil penjumlahan dari seluruh penerimaan (rent, wage, interest, profit) yang diterima oleh pemilik factor produksi adalam suatu negara selama satu periode. Y = r + w + i + p
c. Metode Pengeluaran
Pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh seluruh rumah tangga ekonomi (RTK,RTP,RTG,RT Luar Negeri) dalam suatu Negara selama satu tahun. Y = C + I + G + (X – M)

Pendapatan perkapita
Pendapatan perkapita adalah besarnya pendapatan rata-rata penduduk di suatu negara. Pendapatan perkapita didapatkan dari hasil pembagian pendapatan nasional suatu negara dengan jumlah penduduk negara tersebut. Pendapatan perkapita juga merefleksikan PDB per kapita.
Pendapatan perkapita sering digunakan sebagai tolak ukur kemakmuran dan tingkat pembangunan sebuah Negara semakin besar pendapatan perkapitanya, semakin makmur negara tersebut.
Manfaat dan Keterbatasan PDB
Yang mencakup pembahasan ini adalah :
 Perhitungan PDB dan analisis kemakmuran perhitungan PDB akan memberikan gambaran ringkas tentang tingkat kemakmuran suatu Negara dengan cara membaginya dengan jumlah penduduk.
 Perhitungan PDB dan masalah kesejahteraan social perhitungan PDB maupun PDB per kapita juga dapat di gunakan untuk menganalisisa tingkat kesejahteraan sosial suatu masyarakat.
 PDB per kapita dan masalah produktivitas
Sampai batas-batas tertentu angka PDB per kapita dapat mencerminkan tingkat produktivitas suatu Negara.
Untuk memperoleh perbandingan produktivitas antarnegara, ada beberapa hal yang perlu di pertimbangkan yaitu :
1. Jumlah dan Komposisi Penduduk
2. Jumlah dan Struktur Kesempatan Kerja
3. Faktor-Faktor Ekonomi
4. Penghitungan PDB dan kegiatan-kegiatan ekonomi tak tercatat statistikPDB belum mencerminkan seluruh aktivitas perekonomian Negara

Khasiat Dan Manfaat Air Susu Ibu


Air susu ibu (ASI) adalah sebuah cairan tanpa tanding ciptaan Allah untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi dan melindunginya dalam melawan kemungkinan serangan penyakit. Keseimbangan zat-zat gizi dalam air susu ibu berada pada tingkat terbaik dan air susunya memiliki bentuk paling baik bagi tubuh bayi yang masih muda. Pada saat yang sama, ASI juga sangat kaya akan sari-sari makanan yang mempercepat pertumbuhan sel-sel otak dan perkembangan sistem saraf. Makanan-makanan tiruan untuk bayi yang diramu menggunakan tekhnologi masa kini tidak mampu menandingi keunggulan makanan ajaib ini.
Daftar manfaat ASI bagi bayi selalu bertambah setiap hari. Penelitian menunjukkan, bayi yang diberi ASI secara khusus terlindung dari serangan penyakit sistem pernapasan dan pencernaan. Hal itu disebabkan zat-zat kekebalan tubuh di dalam ASI memberikan perlindungan langsung melawan serangan penyakit. Sifat lain dari ASI yang juga memberikan perlindungan terhadap penyakit adalah penyediaan lingkungan yang ramah bagi bakteri ”menguntungkan” yang disebut ”flora normal”. Keberadaan bakteri ini menghambat perkembangan bakteri, virus dan parasit berbahaya. Tambahan lagi, telah dibuktikan pula bahwa terdapat unsur-unsur di dalam ASI yang dapat membentuk sistem kekebalan melawan penyakit-penyakit menular dan membantunya agar bekerja dengan benar.
Karena telah diramu secara istimewa, ASI merupakan makanan yang paling mudah dicerna bayi. Meskipun sangat kaya akan zat gizi, ASI sangat mudah dicerna sistem pencernaan bayi yang masih rentan. Karena itulah bayi mengeluarkan lebih sedikit energi dalam mencerna ASI, sehingga ia dapat menggunakan energi selebihnya untuk kegiatan tubuh lainnya, pertumbuhan dan perkembahan organ.
Air susu ibu yang memiliki bayi prematur mengandung lebih banyak zat lemak, protein, natrium, klorida, dan besi untuk memenuhi kebutuhan bayi. Bahkan telah dibuktikan bahwa fungsi mata bayi berkembang lebih baik pada bayi-bayi prematur yang diberi ASI dan mereka memperlihatkan kecakapan yang lebih baik dalam tes kecerdasan. Selain itu, mereka juga mempunyai banyak sekali kelebihan lainnya.
Salah satu hal yang menyebabkan ASI sangat dibutuhkan bagi perkembangan bayi yang baru lahir adalah kandungan minyak omega-3 asam linoleat alfa. Selain sebagai zat penting bagi otak dan retina manusia, minyak tersebut juga sangat penting bagi bayi yang baru lahir. Omega-3 secara khusus sangat penting selama masa kehamilan dan pada tahap-tahap awal usia bayi yang dengannya otak dan sarafnya berkembang secara nomal. Para ilmuwan secara khusus menekankan pentingnya ASI sebagai penyedia alami dan sempurna dari omega 3.
Selanjutnya, penelitian yang dilakukan para ilmuwan Universitas Bristol mengungkap bahwa di antara manfaat ASI jangka panjang adalah dampak baiknya terhadap tekanan darah, yang dengannya tingkat bahaya serangan jantung dapat dikurangi. Kelompok peneliti tersebut menyimpulkan bahwa perlindungan yang diberikan ASI disebabkan oleh kandungan zat gizinya. Menurut hasil penelitian itu, yang diterbitkan dalam jurnal kedokteran Circulation, bayi yang diberi ASI berkemungkinan lebih kecil mengidap penyakit jantung. Telah diungkap bahwa keberadaan asam-asam lemak tak jenuh berantai panjang (yang mencegah pengerasan pembuluh arteri), serta fakta bahwa bayi yang diberi ASI menelan sedikit natrium (yang berkaitan erat dengan tekanan darah) yang dengannya tidak mengalami penambahan berat badan berlebihan, merupakan beberapa di antara manfaat ASI bagi jantung.
Selain itu, kelompok penelitian yang dipimpin Dr. Lisa Martin, dari Pusat Kedokteran Rumah Sakit Anak Cincinnati di Amerika Serikat, menemukan kandungan tinggi hormon protein yang dikenal sebagai adiponectin di dalam ASI. Kadar Adiponectin yang tinggi di dalam darah berhubungan dengan rendahnya resiko serangan jantung. Kadar adiponectin yang rendah dijumpai pada orang yang kegemukan dan yang memiliki resiko besar terkena serangan jantung. Oleh karena itu telah diketahui bahwa resiko terjadinya kelebihan berat badan pada bayi yang diberi ASI berkurang dengan adanya hormon ini. Lebih dari itu, mereka juga menemukan keberadaan hormon lain yang disebut leptin di dalam ASI yang memiliki peran utama dalam metabolisme lemak. Leptin dipercayai sebagai molekul penyampai pesan kepada otak bahwa terdapat lemak pada tubuh. Jadi, menurut pernyataan Dr. Martin, hormon-hormon yang didapatkan semasa bayi melalui ASI mengurangi resiko penyakit-penyakit seperti kelebihan berat badan, diabetes jenis 2 dan kekebalan terhadap insulin, dan penyakit pada pembuluh nadi utama jantung.
Fakta tentang "Makanan Paling Segar" [ASI]
Fakta tentang ASI tidak berhenti hanya sampai di sini. Peran penting yang dimainkannya terhadap kesehatan bayi berubah seiring dengan tahapan-tahapan yang dilalui bayi dan jenis zat-zat makanan yang dibutuhkan pada tahapan tertentu. Kandungan ASI berubah guna memenuhi kebutuhan yang sangat khusus ini. ASI, yang selalu siap setiap saat dan selalu berada pada suhu yang paling sesuai, memainkan peran utama dalam perkembangan otak karena gula dan lemak yang dikandungnya. Di samping itu, unsur-unsur seperti kalsium yang dimilikinya berperan besar dalam perkembangan tulang-tulang bayi.
Meskipun disebut sebagai susu, cairan ajaib ini sebenarnya sebagian besarnya tersusun atas air. Ini adalah ciri terpenting, sebab selain makanan, bayi juga membutuhkan cairan dalam bentuk air. Keadaan yang benar-benar bersih dan sehat mungkin tidak bisa dimunculkan pada air atau bahan makanan, selain pada ASI. Namun ASI sedikitnya 90% adalah air, memenuhi kebutuhan bayi akan air dalam cara yang paling bersih dan sehat.
ASI dan Kecerdasan
Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa perkembangan kemampuan otak pada bayi yang diberi ASI lebih baik daripada bayi lain. Penelitian pembandingan terhadap bayi yang diberi ASI dengan bayi yang diberi susu buatan pabrik oleh James W. Anderson – seorang ahli dari Universitas Kentucky – membuktikan bahwa IQ [tingkat kecerdasan] bayi yang diberi ASI lebih tinggi 5 angka daripada bayi lainnya. Berdasarkan hasil penelitian ini ditetapkan bahwa ASI yang diberikan hingga 6 bulan bermanfaat bagi kecerdasan bayi, dan anak yang disusui kurang dari 8 minggu tidak memberikan manfaat pada IQ.
Apakah ASI Dapat Memerangi Kanker?
Berdasarkan hasil seluruh penelitian yang telah dilakukan, terbukti bahwa ASI, yang dibahas dalam ratusan tulisan yang telah terbit, melindungi bayi terhadap kanker. Hal ini telah diketahui, walaupun secara fakta mekanismenya belum sepenuhnya dipahami. Ketika sebuah protein ASI membunuh sel-sel tumor yang telah ditumbuhkan di dalam laboratorium tanpa merusak sel yang sehat mana pun, para peneliti menyatakan bahwa sebuah potensi besar telah muncul. Catharina Svanborg, Profesor imunologi klinis di Universitas Lund, Swedia, memimpin kelompok penelitian yang menemukan rahasia mengagumkan ASI ini. Kelompok yang berpusat di Universitas Lund ini menjelaskan kemampuan ASI dalam memberikan perlindungan melawan beragam jenis kanker sebagai penemuan yang ajaib.
Awalnya, para peneliti memberi perlakuan pada sel-sel selaput lendir usus yang diambil dari bayi yang baru lahir dengan ASI. Mereka mengamati bahwa gangguan yang disebabkan oleh bakteri Pneumococcus dan dikenal sebagai pneumonia berhasil dengan mudah dihentikan oleh ASI. Terlebih lagi, bayi yang diberi ASI mengalami jauh lebih sedikit gangguan pendengaran dibandingkan bayi yang diberi susu formula, dan  menderita jauh lebih sedikit infeksi saluran pernapasan. Pasca serangkaian penelitian, diperlihatkan bahwa ASI juga memberikan perlindungan melawan kanker. Setelah menunjukkan bahwa penyakit kanker getah bening yang teramati pada masa kanak-kanak ternyata sembilan kali lebih sering menjangkiti anak-anak yang diberi susu formula, mereka menyadari bahwa hasil yang sama berlaku pula untuk jenis-jenis kanker lainnya. Menurut hasil penelitian tersebut, ASI secara tepat menemukan keberadaan sel-sel kanker dan kemudian membunuhnya. Adalah zat yang disebut alpha-lac (alphalactalbumin), yang terdapat dalam jumlah besar di dalam ASI, yang mengenali keberadaan se-sel kanker dan membunuhnya. Alpha-lac dihasilkan oleh sebuah protein yang membantu pembuatan gula laktosa di dalam susu.
Berkah Tanpa Tara Ini Adalah Karunia Allah
Ciri menakjubkan lain dari ASI adalah fakta bahwa ASI sangat bermanfaat bagi bayi apabila disusui selama dua tahun. 10 Pengetahuan penting ini, hanya baru ditemukan oleh ilmu pengetahuan, telah diwahyukan Allah empat belas abad silam di dalam ayat-Nya:  ”Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan..." (QS, Al Baqarah, 2:233)
Sang ibu bukanlah yang memutuskan untuk membuat ASI, sumber zat makanan terbaik bagi bayi yang lemah yang memerlukan makanan di dalam tubuhnya. Sang ibu bukan pula yang menentukan beragam kadar gizi yang dikandung ASI. Allah Yang Mahakuasa-lah, Yang mengetahui kebutuhan setiap makhluk hidup dan memperlihatkan kasih sayang kepadanya, Yang menciptakan ASI untuk bayi di dalam tubuh sang ibu.
Sumber : http://www.harunyahya.com

Sabtu, 03 April 2010

RUANG LINGKUP EKONOMI

Definisi dan Metodologi Ekonomi
       Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Permasalahan itu kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan.
       Kata “ekonomi” sendiri berasal dari kata Yunani, yakni (oikos) yang berarti “keluarga, rumah tangga” dan (nomos), atau “peraturan, aturan, hukum,” dan secara garis besar diartikan sebagai “aturan rumah tangga” atau “manajemen rumah tangga.” Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonomi adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja.
       Secara umum, subyek dalam ekonomi dapat dibagi dengan beberapa cara, yang paling terkenal adalah mikroekonomi vs makroekonomi. Selain itu, subyek ekonomi juga bisa dibagi menjadi positif (deskriptif) vs normatif, mainstream vs heterodox, dan lainnya. Ekonomi juga difungsikan sebagai ilmu terapan dalam manajemen keluarga, bisnis, dan pemerintah. Teori ekonomi juga dapat digunakan dalam bidang-bidang selain bidang moneter, seperti misalnya penelitian perilaku kriminal, penelitian ilmiah, kematian, politik, kesehatan, pendidikan, keluarga dan lainnya. Hal ini dimungkinkan karena pada dasarnya ekonomi seperti yang telah disebutkan di atas adalah ilmu yang mempelajari pilihan manusia.

Metodologi
       Metodologi juga sering disebut sebagai The queen of social sciences, ilmu ekonomi yang telah mengembangkan serangkaian metode kuantitatif untuk menganalisis fenomena ekonomi. Jan Tinbergen pada masa setelah Perang Dunia II merupakan salah satu pelopor utama ilmu ekonometri, yang mengkombinasikan matematika, statistik, dan teori ekonomi. Kubu lain dari metode kuantitatif dalam ilmu ekonomi adalah model General equilibrium (keseimbangan umum), yang menggunakan konsep aliran uang dalam masyarakat, dari satu agen ekonomi ke agen yang lain. Dua metode kuantitatif ini kemudian berkembang pesat hingga hampir semua makalah ekonomi sekarang menggunakan salah satu dari keduanya dalam analisisnya. Di lain pihak, metode kualitatif juga sama berkembangnya terutama didorong oleh keterbatasan metode kuantitatif dalam menjelaskan perilaku agen yang berubah-ubah.
Empat aspek yang erat hubungannya dengan metodologi dalam analisis ekonomi. Aspek-aspek tersebut adalah:

 Masalah pokok ekonomi yang di hadapi setiap masyarakat, yaitu masalah kelangkaan atau kekurangan. Berdasarkan uraian mengenai masalah ekonomi pokok tersebut akan dirumuskan definisi ilmu ekonomi.
 Jenis-jenis analisis ekonomi.
 Ciri-ciri utama suatu teori ekonomi dan kegunaan teori ekonomi.
 Bentuk-bentuk alat analisis yang digunakan pakar ekonomi dalam menerangkan teori ekonomi dan menganalisis berbagai peristiwa yang terjadi dalam perekonomian.

Masalah Ekonomi dan Kebutuhan untuk Membuat Pilihan
      Dalam kehidupan sehari-hari setiap individu, perusahaan-perusahaan dan masyarakat secara keseluruhannya akan selalu menghadapi persoalan-persoalan yang bersifat ekonomi…”Apakah yang diartikan dengan kegiatan ekonomi?”
       Kegiatan ekonomi dapat didefinisikan sebagai kegiatan seseorang atau suatu perusahaan ataupun suatu masyarakat untuk memproduksi barang dan jasa maupun mengkonsumsi barang dan jasa tersebut.

Masalah Pokok Ekonomi
1. Masalah kelangkaan
Masalah kelangkaan atau kekurangan berlaku sebagai akibat dari ketidakseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan faktor-faktor produksi yang tersedia dalam masyarakat.
Faktor-faktor produksi yang dapat digunakan untuk menghasilkan barang-barang tersebut adalah relatif terbatas. Oleh karena itu masyarakat tidak dapat memperoleh dan menikmati semua barang yang mereka butuhkan atau inginkan. Mereka perlu membuat dan menentukan pilihan agar semua masyarakat dapat menikmati bersama.

2. Kebutuhan Masyarakat
Yang dimaksudkan dengan kebutuhan masyarakat adalah keinginan masyarakat untuk mengkonsumsi barang dan jasa. Sebagian barang dan jasa ini diimport dari luar negeri. Tetapi kebanyakan diproduksikan di dalam negeri. Keinginan untuk memperoleh barang dan jasa dapat dibedakan kepada dua bentuk:
• Keinginan yang disertai oleh kemampuan untuk membeli.
• Keinginan yang tidak disertai oleh kemampuan untuk membeli.

Keinginan yang disertai dengan kemampuan untuk membeli dinamakan permintaan efektif.
Jenis-jenis Barang :

1. Berdasarkan kepentingan barang tersebut dalam kehidupan manusia. Barang-barang tersebut dibedakan kepada barang inferior (contoh: ikan asin dan ubi kayu), barang esensial (contoh: beras, gula dan kopi), barang normal (contoh: baju dan buku) dan barang mewah (contoh: mobil dan emas).

2. Berdasarkan cara penggunaan barang tersebut oleh masyarakat. Barang-barang tersebut dibedakan menjadi barang pribadi (contoh: makanan, pakaian dan mobil) dan barang publik (contoh: jalan raya dan lampu lalu lintas).

Faktor-faktor produksi
      Yang dimaksudkan dengan faktor-faktor produksi adalah benda-benda yang disediakan oleh alam atau diciptakan oleh manusia yang dapat digunakan untuk memproduksi barang-barang dan jasa-jasa.
Faktor-faktor produksi yang tersedia dalam perekonomian dibedakan kepada empat jenis, yaitu:

1. Tanah dan sumber alam, faktor produksi ini disediakan oleh alam. Faktor produksi ini meliputi tanah, barang tambang, hasil hutan dan sumber alam yang dapat dijadikan modal seperti air yang dibendung untuk irigasi atau untuk pembangkit tenaga listrik.

2. Tenaga kerja, faktor produksi ini bukan saja jumlah buruh yang terdapat dalam perekonomian. Pengertian tenaga kerja meliputi keahlian dan keterampilan. Dari segi keahlian dan pendidikannya tenaga kerja dibedakan menjadi tiga golongan, yaitu: tenaga kerja kasar, tenaga kerja terampil dan tenaga kerja terdidik.

3. Modal, faktor produksi ini merupakan benda yang diciptakan oleh manusia dan digunakan untuk memproduksi barang-barang dan jasa-jasa yang dibutuhkan.

4. Keahlian keusahawanan, faktor produksi ini berbentuk keahlian dan kemampuan pengusaha untuk mendirikan dan mengembangkan berbagai kegiatan usaha. Kealian keusahawanan meliputi kemahiran mengorganisasi ketiga sumber atau faktor produksi tersebut secara efektif dan efisien sehingga usahanya berhasil dan berkembang serta dapat menyediakan barang dan jasa untuk masyarakat.

MENINGKATKAN PEREKONOMIAN NASIONAL MELALUI PROGRAM-PROGRAM PEMERINTAH.

Gejolak perekonomian global telah melanda hampir seluruh negara di dunia, termasuk juga Indonesia. Dampak krisis keuangan global telah mulai dirasakan pada akhir 2008 dan diperkirakan akan berlanjut dalam I atau 2 tahun mendatang. Terdepresiasinya nilai tukar rupiah terhadap dolar, terpuruk dan melambatnya sektor riil, menurunnya permintaan produk-produk ekspor, dan menurunnya harga-harga komoditas ekspor di pasar internasional telah menurunkan tingkat daya beli masyarakat. Hal tersebut perlu diatasi agar jumlah masyarakat miskin tidak terus bertambah.

Dalam beberapa bulan terakhir sektor riil tidak dapat bergerak sebagaimana diharapkan, terutama dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional, mengatasi masalah pengangguran, dan mengurangi tingkat kemiskinan masyarakat. Hal ini disebabkan oleh adanya berbagai hambatan yang sebenarnya cenderung klasik antara lain lnfrastruktur yang diharapkan membantu pergerakan sektor riil belum tersedia secara maksimal. Kelambatan pertumbuhan sektor riil ini disebabkan masih maraknya praktek-praktek yang menyebabkan terjadinya ekonomi biaya tinggi dan belum berperannya secara maksimal sektor perbankan dalam menyalurkan kredit kepada sektor riil, terutama usaha kecil dan menengah. Selain itu, ketersediaan energi yang terbatas dan cenderung tidak stabilnya pasokan yang disertai masih maraknya aksi-aksi penyelundupan yang mengancam kelangsungan industri dalam negeri dan pembangunan infrastruktur yang masih belum memadai sesuai yang dibutuhkan untuk berkembangnya sektor riil, makin memperlambat laju sektor riil yang berdampak pada rendahnya daya beli masyarakat dan rentannya ketahanan pangan.

Pada sisi lain, dalarn situasi pangan dunia yang terancam mengalami krisis dan menyebabkan naiknya harga pangan dunia, maka meningkatnya impor produk pangan bukan saja akan menggerogoti cadangan devisa, namun juga dapat berdampak negatif terhadap situasi politik dan keamanan nasional. Sejauh ini barang-barang kebutuhan masyarakat, terutama pangan sebagian masih diimpor, karena tidak diproduksi di dalam negeri dan kalaupun diproduksi juga belum mampu mernenuhi kebutuhan masyarakat. Sedangkan para petani di dalam negeri hampir selalu menghadapi masalah, terutama menyangkut harga produksi. Pada saat musim panen, para petani tidak bisa menjual komoditas pangan produksinya seperti beras, gula, kelapa sawit, dan bawang merah dengan harga yang menguntungkan. Harga yang diterima petani tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan, terutama terkait dengan langka dan tingginya harga pupuk serta benih. Hal ini disebabkan, pupuk yang disubsidi ternyata sebagian besar justru diekspor dan sebagian lagi tidak tepat sasaran, sehingga kebutuhan di dalam negeri tidak tercukupi. Selain dihadapkan pada rendahnya harga jual pada saat musim panen, petani juga dihadapkan pada rnasalah klasik, seperti transportasi dan areal pertanian ke ternpat penjualan (khususnya di daerah-daerah transmigrasi di luar Jawa) dan pergudangan sebagai akibat intrastruktur yang belum memadai. Masalah-masalah tersebut menyebabkan kenaikan biaya-biaya yang menyebabkan petani harus menaikkan harga jual. Dengan harga jual yang tinggi tersebut apabila diekspor ke luar negeri tidak akan mampu bersaing dengan produk negara-negara maju yang rnasih mendapatkan subsidi. Rendahnya tingkat produksi pangan yang menyebabkan terus meningkatnya ekspor merupakan dampak dan rendahnya kesiapan teknologi produksi. Bibit produk pangan yang dibutuhkan petani yang varitas unggul dengan produktivitas tinggi sebagian besar masih diimpor. Balai-balai benih bélum mampu bekerja secara maksimal, dan kerjasarna pihak-pihak terkait dengan produksi pangan belurn terjalin dengan balk. Meskipun sebagai negara agraris, namun teknologi pangan di Indonesia masih kalah jauh dibanding dengan negara lain seperti Thailand dan Vietnam.

Dalam upaya mengatasi kelambatan sektor riil, rendahnya daya beli dan rentannya ketahanan pangan di atas, program-program yang telah berjalan dengan baik di tahun kemarin, tentu akan menjadi salah satu langkah pengamanan yang perlu dilakukan di tahun 2009. Program-program tersebut adalah :
  1. Bantuan dan perlindungan sosial, dengan melakukan penajaman fokus dan sinkronisasi serta pengamanan program bantuan dana perlindungan sosial (bantuan langsung tunai/BLT) kepada 19,1 juta rumah tangga sasaran (RTS) dan kelompok rentan lainnya (kaum perempuan miskin, lansia, korban bencana alam/konflik sosial, penyandang cacat, dll).
  1. Pemberdayaan masyarakat melalul PNPM Mandiri, dengan melakukan penajaman fokus penerima PNPM Mandiri yang ditujukan untuk memberdayakan kelompok masyarakat miskin yang rentan atau perluasan program-program penguatan pada PNPM Mandiri, antara lain untuk kelompok perempuan, petani buruh gurem, nelayan miskin, penyandang cacat, penderita penyakit menahun, dan lain-lain.
  2. Penguatan usaha mikro kepada kelompok masyarakat yang telah dilatih dan ditingkatkan keberdayaan serta kemandiriannya pada kluster program sebelumnya, sehingga mereka mampu untuk memanfaatkan skema pendanaan yang berasal dan lembaga keuangan formal seperti Bank, Koperasi, BPR, KUR dan sebagainya.

Meskipun secara umum program-program tersebut telah memberikan manfaat besar bagi warga miskin, namun dalam implementasinya masih dihadapkan pada beberapa permasalahan, sehingga belum memberikan hasil optimal. Mengingat pentingnya program tersebut dalam meningkatkan daya beli masayarakat miskin, maka program tersebut perlu terus dilanjutkan. Namun, agar pelaksanaannya dapat berjalan lancar dan tepat sasaran diperlukan beberapa langkah seperti, up-dating data rumah tangga sasaran (RTS) dan verifikasi ulang, sosialisasi dan peningkatan kenyamanan dan pelayanan, pengamanan polisi pada saat penyaluran, dan untuk daerah terpencil dapat dilakukan di tempat lain yang lebih aman, seperti di Balai Desa.

Sedangkan dalam menjaga daya beli masyarakat dilakukan sejalan dengan langkah-langkah dalam menggerakkan sektor riil. Bergeraknya sektor riil akan menimbulkan multiplier efek pada sektor-sektor lainnya yang dengan sendirinya akan meningkatkan pendapatan dan daya beli masyarakat, antara lain: 
  1. Melaksanakan proyek-proyek padat karya produktif yang berbasiskan partisipasi masyarakat setempat.
  2. Tanpa mengabaikan peraturan perundangan yang ada, mendorong pemanfaatan lahan-lahan kosong untuk kepentingan produktif masyarakat (usaha pertanian).
  3. Pemberdayaan ekonomi rakyat melalui kemitraan antara pengusaha besar dan kecil.
  4. Dalam jangkan pendek memberikan subsidi untuk bahan pokok masyarakat dan program-program BLT, raskin, askeskin harus dilaksanakan secara tepat sasaran, dan selanjutnya didukung oleh bantuan pinjaman tanpa bunga untuk sektor-sektor produktif.
  5. Peningkatan pembangunan infrastruktur di kantong-kantong kemiskinan seperti daerah-daerah terpencil, kampung nelayan dan lain-lain seperti penyediaan solar bersubsidi yang mencukupi di kampung nelayan.
  6. Peningkatan produktifitas pertanian dengan penyediaan akses jalan, akses pasar, irigasi, pupuk dan sarana produksi pertanian lainnya yang cukup, tepat waktu dan harga munah.
  7. Realisasi stimulus fiscal secara tepat dalam rangka mempertahankan kurs rupiah dan menekan tingkat inflasi.
  8. Melanjutkan program KUR, PNPM Mandiri dengan pengawasan yang lebih ketat.
  9. Menaikkan gaji pegawai.
  10. Mendorong penurunan tarif-tarif sejalan dengan penurunan harga BBM oleh pemerintah.

Sementara itu, untuk meningkatkan produksi pangan di dalam negeri diperlukan kebijakan yang memberikan insentif kepada petani untuk lebih giat bercocok tanam dan meningkatkan produksi. Kebijakan perdagangan produk-produk pertanian yang memihak kepada petani dengan tarif impor tinggi. Kemudian sejalan dengan rencana kebijakan pemberian subsidi langsung kepada petani pada 2009 (pengganti subsidi pupuk dan lain-lain) diupayakan mudah dilakukan pengawasan agar subsidi benar-benar sampai ke petani. Sedangkan untuk jangka panjang perlu terus dikembangkan varitas unggul tanaman, ternak, dan ikan yang dilakukan dengan melibatkan akademisi, dunia bisnis, pemerintah dan masyarakat. Selain itu, pembangunan sektor industri juga seharusnya diarahkan untuk memajukan sektor pertanian.

Sumber :  http://indonesiafile.com/content/view/694/48/
STRUKTUR PASAR
  Pasar Persaingan Sempurna dan Pasar Monopoli
            Persaingan sempurna adalah suatu model struktur pasar dari sebuah industri sementara monopoli adalah model yang lain. Secara tradisional, struktur pasar dikaitkan dengan jumlah perusahaan yang aktif dalam industri itu. Suatu keadaan monopoli terdapat bila industri hanya terdiri dari satu perusahaan tunggal. Bila perusahaan itu dapat menyingkirkan pesaing – pesaingnya dengan harga yang rendah, keadaan itu disebut “monopoli alamiah” atau ( natural monopoli ).
            Kekuasaan monopoli  (monopoli power ) dapat diukur dengan penyimpangan antara MC = MR dengan harga P, ia cenderung menurun dengan jumlah perusahaan perusahaan dalam industri itu, dan dengan elastisitas pemintaan konsumen atau produk itu. Jadi kekuasaan monopoli cenderung lebih besar bagi barang kebutuhan dan bagi barang - barang tanpa pengganti yang dekat.
                  
Pasar Monopolistis
            Solusi monopoli dari yang sebelumnya selalu memberikan latar belakang yang diperlukan untuk menganalisa struktur pasar yang dikenal dengan persaingan monopolistis ( monopolistic competition ). Struktur pasar ini menggabungkan sifat – sifat berikut ini :
1.        Persaingan diantara pabrik pabrik, yang kini diperlukan sebagai perusahaan perusahaan yang bebas.
2.        Bebas keluar masuk, dan
3.        Produk – produk yang berbeda – beda (heterogen) diantara perusahaan – perusahaan yang lainnya.
Kedua sifat yang pertama menggambarkan aspek – aspek persaingan dari persaingan monopolistis. Aspek monopolistis digambarkan yang unsur yang ketiga, sifat – sifat yang unik dari produk setiap perusahaan yang ditawarkan ke pasar. Keunikan ini secara metaforis sama dengan suatu derajat monopoli geografis. Setiap perusahaan akan memiliki langganan yang terdiri dari mereka yang berada lebih dekat dengannya daripada ke perusahaan lain di sekitar lingkaran prefensi itu.

Oligopoli
Oligopoli adalah persaingan di antara sedikit pihak yang terlibat. Tetapi hanya jumlah perusahaan sajalah yang tidak menentukan bagaimana pasar berfungsi. Bila jumlah yang besar umumnya menjurus pada tingkah laku persaingan, maka dalam keadaan-keadaan tertentu perusahaan – perusahaan itu mungkin bertindak sebagai pemegang monopoli kolektif.
            Oligopoli mungkin bersifat homogen (seluruh perusahaan memproduksi produk yang tepat sama) atau heterogen (perusahaan – perusahaan memproduksi barang yang berbeda meskipun serupa). Dalam hal yang pertama, tidak ada perbedaan harga di antara perusahaan – perusahaan yang mungkin terjadi dalam keseimbangan.
            Dalam oligopoli yang homogen, dan untuk menyederhanakan hanya menganggap hanya dua perusahaan saja dalam oligopoli, pertama-tama anggap bahwa jumlah (kuantitas) keluaran merupakan variabel keputusan. Bila kedua perusahaan berlaku sama atau simetris, maka pada satu ekstrim mereka mungkin bersengkongkol (collude) untuk memperoleh hasil akibat monopoli sementara pada ekstrim lain mereka mungkin berlaku sebagai pengikut-pengikut harga yang bersaingan. Tetapi jika setiap perusahaan hanya melakukan reaksi secara optimal terhadap apa yang dirasakan sebagai suatu keputusan keluaran yang tidak jujur dari pihak yang lain, maka keseimbangan “cournot” (suatu hal yang khusus dari solusi nash) tercapai, ditengah diantara hasil akibat – akibat kolusif dan persaingan.
            Suatu unsur baru yang timbul dalam oligopoly yang heterogen adalah persoalan ragam produk. Model yang banyak dibicarakan menyimpulkan bahwa suatu industri yang bersifat oligopolistis akan menyediakan ragam yang terlalu sedikit kepada konsumen. Tetapi akibat ini tergantung pada sifat yang meragukan dari model itu. 
            Pemegang oligopoli, meskipun ingin kerjasama, menemukan sulit untuk memaksakan kolusi. Kolusi adalah lebih mudah jika jumlah pemegang oligopoly kecil, jika tidak terdapat pembeli yang banyak, jika produk homogen dan jika kondisi pasar stabil. Argumentasi kontraktual tertentu diantara pembeli dan jumlah, seperti klausul pelanggan yang paling disukai, dapat juga memudahkan kolusi.