W.E.L.C.O.M.E. to ..

W.E.L.C.O.M.E. to ..
mY bloG

Selasa, 02 November 2010

Ragam Bahasa Standar Dan Non Standar

RAGAM BAHASA STANDAR DAN RAGAM BAHASA NON STANDAR

Ragam Bahasa adalah varian dari sebuah bahasa menurut pemakaian. Variasi tersebut bisa berbentuk:

Dialek yaitu varian dari sebuah bahasa menurut pemakai. Biasanya pemberian dialek adalah berdasarkan geografi, namun bisa berdasarkan factor lain, seperti factor social. Sebuah dialek dibedakan berdasarkan kosa kata, tata bahasa dan pengucapan. Berdasarkan pemakaian bahasa, dialek dibedakan menjadi:

1. Dialek regional: varian bahasa yang dipakai di daerah tertentu. Contohnya: bahasa Melayu, dialek Jakarta,dll.
2. Dialek social: dialek yang dipakai oleh kelompok social tertentu atau yang menandai strata social tertentu. Contohnya: dialek remaja
3. Dialek temporal: dialek yang dipakain pada kurun waktu tertentu. Contohnya: dialek Melayu zaman Sriwijaya.
4. Idiolek: keseluruhan cirri bahasa seseorang yang khas pribadi dalam lafal, tata bahasa, atau pilihan kekayaan kata.



Aksen, dapat mengacu kepada hal-hal di bawah ini:

* Stres(linguistic), suku kata sebuah kalimat yang diucapkan dengan penekanan terbanyak.
* Logat, alunan nada yang dimiliki oleh masing-masing orang sesuai adaT daerahnya.



Aksen(musik), penekanan pada nada dalam musik

Ragam Bahasa Standar memiliki sifat kemantapan berupa kaidah dan aturan tetap. Akan tetapi kemantapan itu tidak bersifat kaku. Ragam standar tetap luwes sehingga memungkinkan perubahan di bidang kosakata, peristilahan, serta mengizinkan perkembangan berbagai jenis laras yang diperlukan dalam kehidupan modem (Alwi,1998:14).

Perbedaan antara ragam bahasa standar , nonstandard, dan semistandard :

* Topic yang sedang dibahas,
* Hubungan antara pembicara,
* Medium yang digunakan,
* Lingkungan, atau
* Situasi saat pembicaraan terjadi.

Ciri-ciri yang membedakan antara ragam standar, nonstandard dan semistandar :

* Penggunaan kata serapan atau kata ganti
* Penggunaan kata tertentu
* Penggunaan imbuhan
* Penggunaan kata sambung (konjungsi), dan
* Penggunaan fungsi yang lengkap.



Untuk membedakan Ragam Bahasa Standard an Non standar berikut ini salah satu dari karangan Ragam Bahasa Standar



Demam Nikah pada tanggal 10-10-10

Sejenak melupakan cuaca, bungan, dan pakaian pengantin, ribuan pasang calon pengantin China memilh 10 Oktober 2010 sebagai tanggal baik untuk mengikat tali perkawinan. Akibat banyaknya permintaan perkawinan pada Minggu (10/10/2010), kantor pencatat perkawinan membuka pedaftaran sejak dini hari di seantero negeri.

Tanggal 10 Oktober 2010 dalam bahasa China disebut “shi quan shi mei” atau “ sempurna dalam semua sisi”. Karena “shi” juga bermakna “10”, umumnya pasangan calon pengantin itu mengharapkan banyak keuntungan menyertai kehidupan mereka di masa datang.

Kantor-kantor catatan sipil di Beijing, Shenzen, Hangzhou, dan kota-kota besar lainnya memulai kerja lebih awal dari hari biasanya untuk menerima pendaftaran para calon pengantin, kendati tanggal tersebbut merupakan hari pertama liburan setelah berakhirnya sepekan peringatan Hari Jadi Nasional.

Biro Urusan Sipil Beijing membuka kantornya untuk menerima pendaftaran pada Minggu sangat pagi, sekitar pukul 06. 00 waktu setempat. Lebih dari 1200 pasangan telah mengambil nomor antrean pendaftaran di kantor Biro Urusan Sipil di istrik Haidin, yang merupakan hari yang paling sibuk dikantor itu sepanjang tahun ini.

Gao Jie (27), Staf sebuah perusahaan konsultan di Beijing, bersama pasangannya, telah memesan waktu untuk pendaftaran sejak awal September.

“Memesan waktu pendaftaran lebih awal sangat penting karena ratusan pasang calon pengantin pada hari Minggu ini akan berjubal untuk mendaftar. Tidak seorang pun akan dapat mendaftarkan perkawinan pada hari ini tanpa memesan waktu terlebih dahulu” katanya.

Di kabupaten Tianjing, yang berpenduduk sekitar 12 juta jiwa, tercatat lebih dari 5.000 pasang calon pengantin mendaftarkan perkawinan pada Minggu 10 oktober 2010.

Tanggal istimewa tahun sebelumnya antara lain 9 september 2009 yang bermakna “Keabadin” dan 8 Agustus 2008 bermakna “kekayaan”. Demam kawin pada tanggal istimewa itu tidak hanya terjadi di china, tapi juga di beberapa wilayah di Indonesia. Di Batam, misalnya 30 pasangan memilih menikah pada tanggal 10-10-2010.



Sedangkan contoh untuk karangan Ragam Bahasa Nonstandar sebagai berikut :







ALAY ANCAM BAHASA INDONESIA



Dikalangan anak remaja saat ini kesukaan untuk pakai bahasa gaul itu sudah tampak. Dalam menggunakan bahasa singkat pada kirim pesan dalam handphone atau saat komunikasi internet(chating) biasa menggunakan bahasa gaul. Singkatan dalam kirim pesan juga disebut bahasa gaul.

Sebagai contoh dalam bahasa gaul yang sering ditemui seperti : 9ax aneh kok ay..slmet ya mo9a lan99eng.amHien. Kalimat itu mempunyai arti Nggak aneh kok Ay Selamat ya semoga langgeng,Amin.

Bahasa gaul yang sering digunakan oleh remaja masa kini disebut bahasa alay itu bias merusak, bahkan melunturkan bahasa Indonesia. Ditambah lagi tidak ada yang mengingatkan atau memberikan peringatan soal bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Awal tahun 2000 menjadi titik penting dalam perkembangan bahsa Indonesia, yaitu dengan adanya bahasa gaul .Masyrakat pengguna Bahasa gaul mulai pakai pada saat online yang digunakan pada dunia Maya yang dikenal dengan istilah bahasa alay.

Bahasa alay digunakan dikaum remaja supaya statusnya diakui dalam pergaulan sehingga mengubah gaya tulisan dan gaya pakaian. Minimnya pengetahuan kaum muda akan Bahasa Indonesia bukan saja pada pelajar SMP dan SMA melainkan pada mahasiswa. Hal itu tampak pada saat mereka buat makalah. Mahasiswa banyak tidak dapat menggunakan bahasa alay karna kerap menggunakan bahasa alay.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar